FPI Jatim - Pasuruan, Dakwah keliling FPI Pandaan yang di asuh oleh Habib Ahmad bin Hasan Ba’agil Setiap dua pekan sekali hari Selasa diselenggarakan di Rumah Sablon Production Desa Kemirisewu, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur (1/10/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh Habib Ahmad, H. Ilyasa', anggota FPI dan warga setempat.

Dalam pembukaan ceramahnya, habib Ahmad meneruskan pembacaan kitab risalah Muawanah, masih dalam bab niat.

(واعلم) أنه يتصور أن يجتمع في العمل الواحد نيات كثيرة، ويكون للعامل بكل نية منها ثواب تام.

ketahuilah bahwa sesungguhnya bisa terjadi juga dalam satu amal shaleh di niatkan dengan beberapa niat yang baik (banyak) dan mendapatkan pahala secara sempurna dari tiap-tiap niat tersebut.

Habib Ahmad menjelaskan, terkadang kita hadir majelis cuma dapat sedikit, Maka perbanyaklah niat seperti niat hadir majelis seperti ini, Niatkan yang banyak (bagus). Seperti niat mencari ilmu, niat silaturahim, niat cari berkah dan seterusnya, măka akan menjadi baik buat kita.


Begitu hebatnya niat dikatakan : Al-imam Faqihil muqodam, itu satu tarikan nafasnya, ulama mengatakan sama dengan ibadahnya orang sedunia, saking banyaknya niat beliau.

Lha kok bisa ? iya,,,

Disebutkan dalam hadist nabi صل الله عليه وسلم

نوم العالم أفضل من عبادة الجاهل

“Tidurnya seorang alim (ulama) itu lebih baik daripada ibadahnya seorang yang jahil”.

lanjut habib Ahmad.

imam Haddad mencontohkan dalam kitabnya :

مثاله من الطاعات أن ينوي بقراءة القرآن مناجاة الله تعالى، فإن القارئ مناج ربه، وينوي استخراج العلوم من القرآن فإنه معدنها، وينوي نفع نفسه والسامعين، إلى غير ذلك من النيات الصالحة الحسنة.

Semisal, orang yang membaca Al-Qur’an dia niatkan untuk bermunajat kepada Allah karena sesungguhnya orang yang baca Qur'an dia bermunajat kepada Allah, atau ia niatkan agar orang yang mendengarkannya mendapat faidah atau manfaat dari apa yang ia baca.

Semisal perbuatan mubah dalam hal makan, dimana ia niatkan dalam makan tersebut untuk melaksanakan perintah Allah Taala yang tersebut dalam firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَ‌زَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُ‌وا لِلَّـهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ ﴿١٧٢﴾

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

Dan berniat pula dalam memakan makanan adalah untuk mendapatkan kekuatan dalam menjalankan ta’at kepada Allah dan juga dapat diniatkan pula untuk melahirkan rasa syukur.

Habib Ahmad menasehati, kalau kerepotan masalah niatnya.

cara gampangnya, "saya niat  sebagaimana niatnya ulama ulama terdahulu hadir majelis, yaa Allah masukkan niat saya ke mereka". (ns)
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda