FPI-Jatim.Com - Pasuruan, inilah cuplikan mauidzoh hasanah Habib Abu Bakar bin Hasan Assegaf saat acara Halal Bihalal bertempat di Majelis Al-Hawi Pasuruan. (Sabtu, 13 Juli 2019).

Amar makruf tidak harus dengan lisan, nahi munkar tidak cukup dengan lisan, menjadikan kemunkaran sebagai urusan kita untuk kita selesaikan, itu namanya nahi munkar, yang makruf kita angkat, yang munkar kita minimalis.

Jangan lupa, ada lisanul hal, misalkan ada orang kaya, dia tau kalau disamping rumahnya ada tanah kosong yang mau dibeli orang untuk dijadikan tempat maksiat, dia mampu membeli tanah ini, maka dia wajib membeli tanah ini, kalau tidak, berarti dia telah membiarkan kemunkaran.

Sekarang ini banyak orang tidak berakhlaq, bahkan banyak orang yang menghilangkan kehormatan orang lain, coba lihat di medsos itu, banyak orang caci maki sana, caci maki sini, seenaknya sendiri.

Apa rahasianya Nabi kok bisa hebat? Karena beliau punya alam nasyroh laka shodrok, hati beliau lapang, kita kalau beragama itu yang senang, yang hepi, jangan menunjukkan kesumpekan, wes enak dadi kiai sek pingin dadi PNS, ulama malah pingin jadi pejabat. Enak jadi ulama itu, dateng dapat berkat dapet amplop, gak pake diaudit BPK.


Kalau mereka yang di diskotik bahagia dengan kemaksiatannya, lah kenapa kita gak bisa senang dengan majelis kita, berarti kita kalah kompetisi sama mereka.

Saya salah satu orang yang mengagumi Habib Rizieq Shihab, saya kira beliau untuk sekelas Indonesia ini adalah seorang mujaddid.

Orang yang cinta Habib Rizieq sekarang ini hanya dengan memasang status di medsos sudah merasa membantu beliau, sudah merasa berjuang bersama beliau, belum itu, kita berjuang sesuai porsi dan kekuatan kita, minimal yang paling dibutuhkan adalah doa, kita doakan beliau dan keluarga dijaga oleh Allah, dan dilindungi dari orang-orang jahat.


Disusun oleh :
M. Anwar Muhammad
Sebarkan Lewat:

Tambahkan Komentar:

0 komentar, tambahkan komentar Anda